Ada Jalur Khusus Motor?
Ruang kosong di sela-sela mobil pun dihalalkan.
Kata siapa motor nggak punya jalur khusus? Di beberapa ruas jalan biang kemacetan, bikers pun nekat bikin jalur khusus ala bikers.
Mulai dari yang beralibi mempersingkat waktu, sampai dengan memanfaatkan ruang kosong saat macet, bisa membuat para bikers nggak sadar, kalo yang mereka lakukan tersebut melanggar aturan dan pastinya dapat membahayakan dirinya sendiri.
Sampai sejauh mana sih perilaku bikers tersebut? Apakah benar, hingga mengganggu kenyamanan banyak orang?
Melawan Arus
Nggak sedikit bikers yang nekat melakukan hal ini. Alesannya, lebih untuk mempersingkat waktu, ketimbang memutar arah yang jaraknya cukup jauh. Padahal, prilaku seperti ini dapat membahayakan si pengendara itu sendiri.
Nggak sedikit korban kecelakaan akibat kelakuan para bikers yang nggak tau aturan seperti ini, bahkan banyak juga yang sampai mengakibatkan korban jiwa. Semua itu diakibat pengendara dari arah yang benar, sulit berkonsntrasi menghadapi bikers yang jalan melawan arus.
Bikin Jalur Baru
Ini nih, prilaku bikers yang saat ini mulai marak terjadi, sejak dinas lalu lintas mulai memperbanyak pembatas jalan dibeberapa ruas jalan.. Bisa dibayangkan, seberapa berbahayanya prilaku bikers yang satu ini. Membuat jalur baru, dengan merapat kepembatas jalan dari arah yang berlawanan hmm..
Belum lagi, banyak banget bikers yang dengan sengaja mempercepat laju motornya saat melakukan hal ini. Sehingga, harapan merek dapat sampai di tempat putaran arah didepannya untuk kembali ke jalur yang benar.
Dibeberapa ruas jalan, hal ini sudah menjadi pemandangan yang biasa, polisi pun sudah cukup kualahan meladeni banyaknya bikers yang bertingkah seperti ini. Sehingga, beberapa ruas jalan pun terpaksa sengaja dibuka pada jam-jam tertentu menjadi tiga jalur.
Motong Jalan Sembarangan
Untuk membuat jalur potong khusus motor ini, warga sekitar sengaja membuat turunan, untuk di jadikan sebagai akses menyebrangi rel kereta yang letaknya lebih rendah dari jalan raya. Hal seperti ini cukup banyak terdapat, seperti disekitar rel kereta permata hijau Jakarta.
Bukan hanya motor saja yang biasa lewat jalan ini, melainkan masyarakatpun menjadikan jalan ini sebagai jalan penghubung. Padahal sebenarnya jalur potong ini cukup berbahaya, karena tidak ada tanda peringatan, ketika ada kereta yang ingin lewat.
Buat para bikers, apa lagi yang baru ingin melewati jalur potong seperti ini, sebaiknya berhati-hati, karena ada juga korban yang meregang nyawa, akibat di terjang kereta yang lewat.
Trotoar pun jadi
Bikers seperti ini nih, yang selalu mengganggu kenyamanan para pejalan kaki. Gimana nggak, yang seharusnya trotoar dijadikan sebagai jalan khusus pejalan kaki, malah dilewati pengguna motor.
Beberapa trotoar jalan, saat ini juga sudah mengalami kerusakan akibat dilewati oleh motor, penutup lubang saluran pembuangan yang terdapat di trotoar pun juga banyak yang sudah hancur.
Warga yang geram kadang menutup trotoar dengan batu ataupun benda-benda besr lainnya. Untuk mengurangi prilaku bikers seperti ini, pihak berwajib pun sudah mulai memasang pembatas-pembatas yang sulit dilewati oleh motor di beberapa jalan. Hingga saat ini yang masih terlihat, hanya di sebagian ruas jalan protokol.
Jalur busway beralih fungsi
Sejak dioprasikannya busway, banyak masyarakat yang protes akan keberadaannya. Karena alat transportasi publik yang satu ini memilik jalur khusus yang bagi para pengendara kendaraan bermotor, memper sempit ruang untuk kendaraan bermotor.
Kemacetan pun banyak terjadi diberbaga ruas. Bagi para bikers, jalur busway yang sering kosong, menjadi sasaran ampuh untuk memotong kemacetan. Sehingga, saat ini jalur busway bisa dibilang sudah beralih fungsi.
Polisi lalu lintas pun saat ini, tampak kurang begitu tegas mengawasi jalur transportasi publik ini. Berbeda ketika pertama kali busway mulai dioprasikan, tidak satupun kendaraan bermotor berani melintas.
Jembatan penyebrangan motor?
Sejak kapan yah pemerintah membangun jembatan penyebrangan untuk motor? Hehe... Ternyata ada juga, bikers yang nekat nyebrang lewat jalur busway. Padahal, sebenarnya jembata menuju halte busway, sengaja didisain sedemikian rupa agar dapat memudah kan pejalan kaki maupun penyandang cacat menuju halte.
Bisa dibilang prilaku bikers seperti ini, cukup menyimpang dan sangat merugikan masyarakat. Nggak sedikit pengguna jembatan yang terganggu. Bahkan ruang yang kecil di jembatan tersebut sering kali menciderai masyarakat yang melintas disana ketika berpapasan dengan pengendara motor.
Apakah perlu, penyedia layanan transportasi atau pihak berwajib lainnya, menyiapkan petugas keamana khusus untuk mengamankan jembatan penyebrangan seperti ini?

















