Senin, 18 Oktober 2010
  •      
  • Bookmark
  • Share

Siaga Satu, Sebelum Trobos Banjir

Bisa menghindari yang namanya mogok

(Penulis : Adhi Triputra)
Foto: Adhi

Sebelum mengambil keputusan menerjang banjir menggunakan motor, sudah semestinya kita paham betul akan resiko yang akan kita hadapi, apa lagi kalau bukan mogok. Di mana pada dasarnya, air memang sering mengganggu sirkulasi pembakaran maupun kelistrikan di motor kita. Jadi persiapkan diri kita dulu, sebelum nekat menerobos banjir!

Cek Kondisi Busi
Pertama yang harus kita lakukan adalah melepas busi, dari dudukan dikepala silinder menggunakan perkakas kunci standar. Diantaranya adalah obeng dan kunci busi.
Pada dasarnya perkakas standar tersebut merupakan barang wajib, yang harus selalu dibawa oleh semua pengendara motor. Jadi nggak ada alasan kita nggak siap dengan alat-alat tersebut di motor kita.

Kemudian, keringkan dan bersihkan elektroda busi yang terdapat di ujung busi, dengan menggunakan kain kering dan amplas. Pastikan elektroda busi tersebut juga berwarna coklat keabu-abuan, yang artinya pembakaran di mesin motor kita berjalan dengan sempurna.

Ngomong-ngomong soal busi, sebaiknya kita juga selalu menyiapkan busi cadangan di motor. Untuk menjaga kemungkinan, busi motor kita mengalami kerusakan. Baik itu yang diakibatkan oleh panasnya mesin motor kita, saat terlalu memaksa menerobos banjir, atau memang usia busi yang sudah terlalu lama sehingga elektrodanya pun sudah rapuh dan gampang pecah.

Bersihkan Ruang Bakar
Setelah busi selesai dibersihkan, langkah selanjutnya adalah mengamankan ruang pembakaran dari sisa-sisa air atau embun yang masuk kedalamnya. Hal ini dimaksudkan agar pembakaran dapat berjalan dengan sempurna.

Gampang aja kok. Pastikan kunci kontak dalam posisi off dan perseneling juga normal. Tutup lubang busi menggunakan kain kering, kemudian kick stater beberapa kali. Tujuannya adalah, agar air atau embun yang masuk kedalam ruang pembakaran keluar.

Setelah ruang bakar terasa cukup kering, pasang kembali busi ke posisi semula. Cek kembali apakah busi sudah terpasang dengan baik. Jangan lupa juga periksa CDI, koil, kabel busi, dan cop busi pastikan semua aman dari air, agar tidak terjadi konsleting.

Sampe sini, coba nyalakan dulu motor kita, mudah-mudahan sudah menyala kembali. Tapi kalo masih belum, atau menyala tapi mesin terasa tersendat-sendat dan tidak nyaman dikendarai,  jangan panik dulu! Mungkin juga masalah ada dikarburatornya.
   
Karbu Kemasukan Air

Kalo menerobos banjir, nggak menutup kemungkinan juga air masuk ke karburator. Dalam hal ini, bisa saja melalui kabel gas atau yang lebih dikenal dengan sebutan tutup skep. Satu-satu cara penanggulangannya adalah dengan membuka karburator lalu membersihkannya.Untuk melakukan hal tersebut, nggak bisa sembarangan. Pertama, pastikan keran bensin ditutup terlebih dahulu agar bensin tidak mengalir deras. Kemudian, baru kita buka tutup skepnya. setelah itu, buka sambungan karburator yang ke saringan udara dan leher angsa dengan obeng kembang.

Udah terlepas kan karburatornya. Setelah ini, baru kita buka empat skrup rumah pelampung dengan obeng, letaknya ada dibagian bawah karburator. keringkan karburator, lalu lap dengan kain bersih. Setelah itu pasang kembali seperti semula. Komponen yang satu ini, memang perlu diperhatikan. Karena di karburator ini merupakan tempat bercampurnya udara dengan bahan bakar. Jadi, kalau karburator kemasukan air atau kotoran, motor kita bisa jadi akan tersendat, akibat dari kurang baiknya kinerja karburator tersebut.

Gas Buang Nggak Lancar
Knalpot merupakan bagian yang cukup dekat dengan air ketika kita melewati banjir. Dan kemungkinan besar juga, air akan tersedot kedalam kenalpot, karena kita kurang mengatur tekanan gas dengan baik saat menerobos banjir.

Pastikan air yang ada didalam kenalpot kita keluarkan semua, karena adanya air di dalam kenalpot bisa mengganggu sirkulas gas buang, dan nggak menutup kemungkinan juga air dapat tersedot ke mesin. Caranya gampang saja, yaitu dengan memiringkan motor kita ke arah belakang, agar air dapat keluar kembal. Untuk memudahkannya, kita posisikan motor kita dengan standar dua, kemudian tekan bagian jok atau behel bagian belakang.

Apabila lubang kenalpot motor kita berada cukup tinggi, kita bisa meninggikan standar motor kita menggunakan balok kayu atau batu yang ada disekitar kita. Dengan cara ini, perlahan air yang masuk kedalam kenalpot akan keluar.

Tapi, nggak sedikit juga motor yang menggunakan kenalpot, yang pada bagian bawahnya sudah dilubangi. Sengaja untuk mengantisipasi air yang masuk kedalam kenalpot tersebut.

Cara Aman Terobos Banjir
- Jangan pernah memaksakan diri untuk menerobos banjir. Pastikan motor kita sanggup melewati genangan air tersebut, setidaknya tinggi air tidak melebihi lubang kenalpot motor kita, untuk menghindari air masuk kedalam knalpot.

- Musim hujan seperti saat ini, seringkali mengakibatkan kerusakan dibeberapa ruas jalan. Apabila kita baru melewati jalanan tersebut, kita wajib banget untuk terus waspada. Karena kita nggak tau kondisi jalan yang akan kita lewati tersebut.

- Posisikan perseneling motor kita di gigi rendah, kemudian posisikan gas motor kita tetap stabil dikecepatan sedang. Jangan terlalu sering menurunkan gas, karena air dapat tersedot kedalam knalpot.

- Sebisa mungkin motor, selalu berjalan lurus tidak belok-belok, karena hal tersebut dapat membahayakan pengemudi. Karena saat berada digenangan air, stang motor kita akan lebih terasa berat. Belum lagi arus air dari kendaraan lain yang dapat menghempas kita.
 


 

 

 


Cewek Hai

Pemilik nama lengkap Hilfi Lizzia ini punya segudang ide dan harapan untuk menghapus bullying dari muka bumi.

28 Vote
button_cewekhai_lainnya