Local Game Maker: Pekerjaan yang Susah tapi Memuaskan Hati
Seperti dituturkan oleh Aswin Dharmadi
Kalau ditanya, apa yang lo suka dari sebuah game? Gue akan menjawab, it must be fun, exciting, dan addictive , apapun genrenya. Lalu gue akan menyuruh orang yang bertanya itu untuk mencoba bermain Dirt3 , dan sisanya..see for yourself.
Dirt3 adalah salah satu game yang pernah gue buat di perusahaan tempat gue bekerja sekarang, Codemasters, sebuah game developer dan publisher yang berdiri sejak 1986 dan berasal dari Inggris, dimana mereka memeroduksi berbagai genre game yang dimainkan seluruh dunia. Sejak akhir tahun 90-an nama Codemasters identik dengan pubikasi game-game mobil balapnya.
Stay hungry, stay foolish . Itu kata-kata Steve Jobs yang gue suka. Jangan pernah berpuas hati dan berhenti berkarya dan yang penting lagi, think outside the box! Mengingat quote itu, gue jadi melihat diri gue sendiri. Ternyata Itulah yang menjadikan gue masih terus berkarya bahkan sampai ke negeri orang seperti sekarang. Tadinya, gue bekerja di sebuah perusahaan grafis di Surabaya, lalu gue merasa jenuh dan akhirnya menemukan jalan untuk sampai di pekerjaan ini, saat mendatangi sebuah job fair di Singapura.
Gue merasa gue bisa melakukan sesuatu yang lebih, nggak mau puas dengan apa yang gue dapat saat itu. Walaupun gue belum punya pengalaman sama sekali sebelumnya di industri game ditambah gue sempat dibuat bimbang karena gue mendapatkan dua tawaran bekerja dari game studio yang sama besarnya.
Lalu kecintaan gue pada mobillah, yang menjadi alasan gue memilih Codemasters. I really really really love car! Maka sejak tahun 2008 gue memulai profesi gue sebagai 3D Artist di Codemasters Art Studio, Kuala Lumpur dengan job desk utama: membuat mobil.
Ya, gue membuat mobil. Lebih tepatnya membuat vehicle game asset. Untuk pembuatan sebuah mobil yang akan resmi dipakai pada sebuah game , atau licensed car umumnya dikerjakan secara individu, dimana mobil langsung dikirim ke UK untuk approval. Kalau untuk membuat mobil, diperlukan waktu 2-3 bulan.
Tahap yang gue rasa paling sulit dan kadang menjadi kendala gue adalah LOD (level of detail) , karena membosankan dan sangat technical . Biasanya cara gue mengatasinya dengan mendengarkan lagu atau melihat video. Soalnya kalau salah dalam tahap ini, biasanya bisa fatal akibatnya.
Tapi so far, setelah lebih dari empat tahun bekerja sebagai 3D Artist , menurut gue ini adalah pekerjaan yang susah tapi memuaskan hati. Seperti waktu bikin mobilnya Sebastian Vettel (juara dunia F1) secara berturut-turut dari tahun 2009 sampai 2011. Bikinnya susah, tapi hasilnya jelas bikin bangga. Maka gue bisa bilang kalau gue jatuh cinta dengan pekerjaan ini dan nggak berpikir meninggalkannya sampai saat ini. Malah, gue punya cita-cita punya studio sendiri, suatu hari nanti!
Untuk menjadi 3D Artist yang paling penting dimiliki adalah attitude . Attitude dalam membuat game itu bukan hal yang gampang, apalagi attitude dalam menghadapi timing (deadline ) dan attitude dalam memeroduksi high quality asset adalah yang paling krusial. Seorang game artist dituntut untuk mempunyai work ethic yang kuat untuk menghasilkan asset yang berkualitas tinggi.
Gue melihat sejauh ini kondisi industri game lokal di Indonesia cukup cerah. Apalagi sekarang juga marak studio untuk mobile game dan flash game . Anyway, kalau game kesukaan gue itu Uncharted Series untuk PS3, it’s beautiful rendered game with awesome storyline and pump action all the time!
Pesan gue untuk teman-teman gamers adalah, tolong banget jangan beli atau main game bajakan. Berdasarkan cerita gue ini, kami sebagai developer game membutuhkan banyak usaha dan biaya untuk membuat satu judul game . Kalau terus-terusan dibajak, industri game akan hancur, dan itu berarti nggak akan ada lagi game keren yang bisa kita mainkan. Jadi kalau kantong kering, sewa game original saja ya!

















