Musibah Ciwidey Tanggung Jawab Perusahaan
Jakarta ( Berita ) : Pemerintah melimpahkan tanggung jawab kepada perusahaan untuk musibah tanah longsor di Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Menko Kesra Agung Laksono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis [25/02] , mengatakan, musibah tanah longsor tersebut bisa jadi akibat dari penggundulan hutan.
Jakarta ( Berita ) : Pemerintah melimpahkan tanggung jawab kepada perusahaan untuk musibah tanah longsor di Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Menko Kesra Agung Laksono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis [25/02] , mengatakan, musibah tanah longsor tersebut bisa jadi akibat dari penggundulan hutan.
“Ciwidey itu tanggung jawab perusahaan, perlu penyelidikan mengapa itu sampai terjadi. Saya melihat itu kemarin bersama Wapres Boediono. Semuanya kebun teh, bisa jadi akibat penggundulan hutan,” tuturnya.
Agung pada Rabu (24/2) bersama Wakil Presiden Boediono meninjau langsung lokasi tanah longsor tersebut. Menurut Agung, perlu dibentuk tim investigasi oleh pemerintah guna menyelidiki penyebab musibah tanah longsor itu. Tim itu, lanjut dia, dibentuk untuk mencari tahu apakah terdapat faktor kesalahan manusia yang menyebabkan musibah itu terjadi.
“Perlu investigasi, tim investigasi perlu dibentuk, mungkin kepolisian. Apakah ada faktor ‘human error’, kalau ada harus bertanggungjawab,” ujarnya.
Agung mengatakan, tim investigasi yang akan dibentuk itu segera dibicarakan dengan menteri-menteri terkait untuk dilaporkan kepada Presiden.
Langkah yang dilakukan pemerintah saat ini, lanjut dia, adalah memindahkan pemukiman penduduk ke lokasi lebih aman.
Hingga Rabu (24/2), korban meninggal akibat tanah longsor adalah 19 orang dari 43 nama yang dilaporkan hilang. Musibah itu terjadi di perkebunan teh Dewata yang dikelola PT Cakra pada Selasa (23/2) pukul 08.00 WIB. Tanah longsor menimpa 25 rumah, 1 kantor perkebunan, 1 koperasi, 1 gedung olah raga, 1 masjid, dan 1 aula pertemuan.

















