The Thing, Can We Stop Them?
Perjuangan beberapa ilmuwan menghentikan laju alien ganas
Dunia perfilman agaknya tak bias lepas dari cerita mengenai alien. Setelah film the Darkest Hour yang telah rilis sebelumnya, kini hadir film terbaru yang menampilkan cerita tentang alien, The Thing. Judul film ini mengingatkan kita pada film John Carpenter yang beredar tahun 1982 dengan judul yang sama. Namun film yang akan rilis pada awal Februari ini bukanlah remake, melainkan prekuel dari film terdahulunya.
The Thing bercerita tentang seorang paleontologis Kate Lloyd, yang diperankan oleh Mary Elizabeth Winstead. Kate yang hampir sepanjang hidupnya menjadi peneliti melakukan ekspedisi ke sebuah daerah di antartika. Bergabung dengan tim ilmiah Norwegia, mereka mengekplorasi benua bersalju ini. Kemudian kemunculan UFO yang nampaknya telah terkubur selama ribuan tahun di benua itu mengejutkan mereka. Namun setelah diteliti ternyata UFO tersebut tidak kosong, melainkan ada penghuninya yang mereka kira telah mati.
Tergelitik rasa penasaran, para ilmuan tersebut melakukan sebuah eksperimen kecil yang malah membangkitkan makhluk dari luar bumi yang diperkirakan telah mati tersebut. Makhluk ini sangat ganas karena mempunyai kemampuan khusus yang membuatnya sulit terdeteksi keberadaannya. Setelah membunuh dan memakan makhluk hidup lain, alien ini dapat berubah wujud seperti makhluk yang dimakannya. Hal ini sangat menyulitkan ketika korban mulai berjatuhan, Kate dan timnya berjuang mati-matian demi menghentikan makhluk ini.
Meski ceritanya tak tergolong fresh, namun film ini cukup menarik dengan adegan-adegan yang memacu adrenalin ditambah efek-efek transisi dari alien, film ini wajib ditonton bagi para penggemar genre science fiction dan horror.
Film besutan sutradara Matthijs van Heijningen Jr. ini tampaknya tak main-main dibuat, terbukti dengan kucuran dana sebesar US$35 juta, meskipun tak dimainkan dengan aktor-aktor terkenal, film ini diramalkan akan menuai kesuksesan.

















