Rabu, 25 Januari 2012
  •      
  • Bookmark
  • Share

Duet Dua Saudara Narkoba

Seperti yang sudah diberitakan di berbagai media, pengemudi mobil Xenia yang menyebabkan terjadinya tabrakan maut di daerah Tugu Tani, Jakarta beberapa waktu lalu terbukti dalam pengaruh narkoba Amphetamine . Apa, sih, Amphetamine itu?

(Penulis : Dede Ayu)

Seperti halnya kita, narkoba juga memiliki keluarga dan keluarga besar. Nah, salah satu keluarga besar tersebut bernama Amphetamine . Keluarga besar yang satu ini kalau dalam “pohon keluarga” narkoba, termasuk dalam golongan stimulan (perangsang).

       Kalau dirunut dari sejarahnya, Amphetamine pertama kali ditemukan oleh seseorang berkebangsaan Jerman pada tahun 1887. Saat itu Amphetamine digunalan untuk terapi nasal congestion dan asma (di pasaran dikenal dengan nama Benzedrine ).

       Pada tahun 1991 orang Jepang melakukan penelitian lanjutan terhadap Amphetamine. Hasilnya, ditemukanlah turunannya yang diberi nama Methamphetamine . Berbentuk bubuk kristal, Methamphetamin e ternyata bisa larut di dalam air, hingga bisa dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntik. Di akhir tahun 1930-an, Methamphetamin e mulai digunakan untuk terapi gangguan narcolepsy dan ADHD (A ttention D eficit H yperactivity D isorder ), serta untuk short-term therapy pada pasien obesitas.

       Di sisi lain, efek stimulan pada keluarga besar Amphetamine yang tadinya digunakan untuk kepentingan medis ini ternyata disalahgunakan oleh orang-orang yang nggak memiliki gangguan atau penyakit yang memerlukan terapi Amphetamine juga turunannya. Penyalahgunaan Methamphetamin e sudah dimulai sejak Perang Dunia ke-2, oleh para prajurit Amerika di medan perang Vietnam. Konon, Methamphetamin e digunakan untuk terus memecut semangat para prajurit dan membuat para prajurit nggak takut melawan musuh. Setelah perang Vietnam usai, banyak prajurit yang kecanduan Methamphetamin e, dan “virus” Methamphetamin e mulai menyebar ke mana-mana!

       Sejak tahun 1980-an Methamphetamin e makin populer di kalangan junkie dan dipanggil dengan nama Shabu-shabu. Karena ketika dipakai, Shabu-shabu akan memberikan efek  degup jantung jadi “ngebut”, tekanan darah melesut tajam, dan saraf-saraf otak mulai korslet. Masalah apapun seolah langsung hilang! Perasaan happy berlebih (euphoria ), dan badan seakan punya tenaga seribu kuda. Makanya, bawaannya jadi nggak bisa diam!

       Seiring makin populernya Shabu-shabu, “lahirlah” adeknya. Punya nama ilmiah MDMA (3,4-Methylenedioxymethamphetamine ), MDMA lebih terkenal dengan nama Ecstasy alias Inex. Seolah nggak mau kalah, Inex dalam waktu singkat ngebut menyebarkan jaringnya ke mana-mana. Bedanya dengan Shabu-shabu, Inex yang dirilis dalam bentuk tablet warna-warni ini lebih eksis di klab malam. Maklum, Inex katanya “teman” yang asik buat goyang.            

       Balik ke soal Afriyani, entah apa yang sebenarnya dia konsumsi di malam sebelum kejadian (apakah Shabu-shabu atau Inex), tapi yang pasti nggak heran rasanya kalau narkoba yang dikonsumsinya itu pantas disalahkan sebagai pemicu kehilangan kontrolnya saat mengemudikan mobilnya. Soalnya, dalam kondisi jantung, tekanan darah, dan saraf-saraf otak yang mulai korslet, serta euphoria dan energi berlebih yang dirasakannya, sangat masuk akal kalau Afriyani secara nggak sadar jadi ngegas pol terus-terusan!   


 

 

 


Cewek Hai

lahir 19-05-1994,berumur 18 tahun dan kuliah di Unisadhuguna International College jurusan Marketing & Advertising. Hobby nyanyi,hang out,travelling dan main piano.

6 Vote
button_cewekhai_lainnya