Perut Lapar Lebih Gampang Emosi
Nahan laper dan haus itu gampang. Tapi nahan emosi, beuuuu.... Nggak puasa aja susah. Apalagi pas puasa!
Well , sebenernya ini nih yang bikin bingung! Semua orang juga udah tau kalo perut laper tuh emosi cenderung gampang tersulut. Cuma, kenapa bisa begitu, sampe sekarang nggak banyak orang yang tau.
Nah, setelah browsing info ke sana-sini, akhirnya Hai berhasil menemukan jawabannya. Dalam situs www.eufic.org tertulis:
Eating has never and never will be simply about satisfying physical hunger. We eat not only to quell a rumbling stomach, but also to satisfy the appetite and deal with emotions.
Bingung? Begini ceritanya.
Konon, tubuh kita ibarat sebuah pabrik, yang memiliki pola dan sistem kerja tertentu. Pola dan sistem kerja ini akan berbeda dalam kondisi energi full dan energi minus. Jika energinya full , segala sesuatunya akan berjalan dengan normal. Tapi kalo energinya minus, jelas ndut-ndutan.
Sementara itu, yang namanya body selalu satu paket dengan mind and soul . Sehingga, kalo ada perubahan dalam pola dan sistem kerja di body , otomatis mind and soul pun akan berubah.
Lha, kalo energi tubuh minus karena puasa, terus pola dan sistem kerja tubuh ndut-ndutan, mind and soul pasti terganggu bukan? Khusus soal emosi, ya fluktuasinya jadi ampun-ampunan. Naik-turunnya cepet bin ekstrem! Makanya, kita sering mengeluh susah nahan emosi. So , gimana dong cara mengatasinya?
Berikut ada dua macam tips yang bisa dicoba. Moga-moga aja ngebantu! Cek related artikel di bawah, ya.

















