Puasa dan Sperma
Makan dan minum di bulan puasa memang nggak sebanyak di hari biasa. Tapi itu lantas nggak berpengaruh pada produksi sperma kita, bro ! Nggak percaya?
Selama berpuasa suplai makanan dan minuman ke dalam tubuh jelas berkurang. Akibatnya, di bulan puasa kita jadi gampang lemas. Teruuus.... Nah, di sini letak masalahnya! Karena tubuh lemas, kecurigaan pun berlanjut. Gimana dengan kondisi “si adek” dan kawan-kawannya? Apakah ikut lemas juga?
Eitssss...! Nggak dong! Yang lain boleh lemas. Tapi, fakta membuktikan kondisi lemas itu sama sekali nggak berpengaruh pada si adek dan kawan-kawannya.
“Betul! Berpuasa itu nggak berpengaruh kok pada kondisi penis dan testis. Penis tetap sensitif seperti biasanya, dan testis pun tetap produktif memproduksi sperma. Nah, soal produksi sperma ini nih yang biasanya lebih dikhawatirkan oleh banyak cowok, ketimbang soal sensitivitas penis. Iya kan?” tembak Dr. Mamoto Gultom.
Eh..., nnngggg.... I..., iy..., iya dok! Hehehe.... Soalnya, logikannya kan buat memproduksi sperma butuh bahan baku. Lha, kalo bahan bakunya sedikit, gimana produksi sperma bisa normal?!
“Begini. Produktivitas sperma emang berhubungan dengan kesehatan dan kebugaran tubuh. Cuma, meski kalo puasa frekuensi makan berkurang, jika ketika sahur dan buka puasa gizinya cukup, tetap nggak masalah!” lanjut dokter yang aktif di Yayasan Pelangi Kasih Nusantara ini.
Oooo.... Begitu!
Jadi kesimpulannya, puasa nggak bikin produksi sperma turun ya, dok?
“Seratus buat kamu! Hehehe.... Penurunan produksi sperma itu lebih banyak dipengaruhi oleh usia. Semakin tua usia seseorang, semakin sedikit pula sperma yang dihasilkan. Kalo masih usia remaja hingga sekitar 40 tahunan, puasa-nggak puasa tetis tetap aja produktif memproduksi sperma. So , nggak udah mikir yang nggak-nggak lagi! Jalani aja ibadah puasanya yang benar.”
Oke, doook....

















