Minggu, 06 Juni 2010
  • View : 452

  •      
  • Bookmark
  • Share

Revitalisasi Lelah

Sajak Anies S

(Penulis : Anies Septivirawan)

Seberat apapun, beban mesti dipikul, katamu

namun kepergianmu menambah kesunyianku

dan rasanya tak sanggup lagi menanggung semua beban yang kau

letakan di pundakku, rasa lelah dan sangsipun semakin dalam melukai sukmaku

hingga menusut tubuhku, begitu ujarmu pada lembar almanak

seputih kapas cintamu, semerah saga darah, kesetiaanmu mendidihkan gelisahku

kupungut lagi, lakon dan berserpih mutiara lelah

berserakan di sepanjang pantaimu

betapa hatiku kian lapar melukai semuanya ini

ketika fajar datang lagi menjemputku dari balik tirai

aku terperanjat melihat tugas-tugas kita yang semakin memberat saja

menumpuk dalam kisi-kisi sukma. melihatnya saja urat leherku meregang

namun kau pergi juga, ujarmu lagi, menangisi keajaiban cinta

bias dari semua gelisah, kuhentikan lelah yang melilit tubuhku

namun ketegangan memuncak di ulu hatiku.

seberat apapun, beban mesti dipikul, ulangmu lagi

masih terngiang di hatiku.

catatan kaki: puisi saya ini pernah dimuat di harian pagi RADAR BANYUWANGI edisi Sabtu, (tanggalnya lupa, April 2000)


 


Cewek Hai

Niat terpendamnya cuma satu, yaitu jadi agen rahasia!

89 Vote
button_cewekhai_lainnya