Siswa SMAN 6 Jakarta Trauma pada Media Online
SMAN 6 Jakarta coba meluruskan masalah, tapi selalu dibilang salah.
Tulisan beberapa siswa SMAN 6 Jakarta mulai bertaburan di dunia maya. Dari blog sampai opini di beberapa media. Sayangnya, tiap kali beropini, siswa SMAN 6 Jakarta selalu dianggap bohong dan bersikap manis.
Beberapa siswa yang memang punya niat untuk meluruskan masalah bentrok SMAN 6 Jakarta dengan wartawan ini pun akhirnya jadi ogah berhubungan dengan media apalagi ikutan membeberkan fakta yang mereka tahu.
“Kami bisa ngomong kalau kami sudah punya bukti. Sekarang kami lagi mengumpulkan bukti-bukti itu. Bukti-bukti yang ada ini juga harus dipublikasikan nanti. Jujur saja anak-anak SMAN 6 pada trauma atau takut sama media karena kalau berkomentar malah diputarbalikan atau dituduh,” ucap salah satu siswa SMAN 6 Jakarta yang sempat ingin mendamaikan ke dua belah pihak dari beropini di beberapa media online.
“Tulisan yang aku tulis secara online pun juga dibilang bohong sama orang yang baca," katanya lagi.

















