Tes Keperawanan VS Keperjakaan
Akankah tes keperjakaan juga digerakkan?
Ramainya isu soal tes keperawanan yang ditujukan bagi penerimaan siswa baru dari tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan justru baru-baru ini sepertinya bakal membuat sebagian anak-anak sekolah resah.
Gimana tidak, wacana tes keperawanan yang dikeluarkan oleh Bambang Susatyo, anggota Komisi IV DPRD Jambi ini bisa-bisa membuat anak-anak, khususnya perempuan, takut untuk masuk sekolah. Secara tidak langsung hal ini kurang mendapat respon positif dari Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd (Penasehat Pendidikan BPS YP – UNJ) cara tersebut sepertinya kurang pantas.
“Kalo menurut saya sih mending suruh ngaku aja langsung daripada pake tes segala. Saya sih mengerti kalo itu maksudnya untuk mengendalikan moral. Tapi lebih baik membina anak dengan pendidikan moral, dapripada dengan tes seperti itu,” papar Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd, kepada Hai-online.
Meski tes tersebut dilakukan untuk menangkal banyaknya hubungan sex di kalangan pelajar, namun hal ini sepertinya tidak adil, jika tidak disertai dengan tes keperjakaan.
“Kalau ini terjadi, saya juga akan mempertanyakan, apakah ini berhasil. Siapa yang ngetes? Dokter, guru atau siapa? Buat saya ini juga nggak adil. Kalau ada tes keperawanan kenapa nggak ada tes keperjakaan?” tegasnya.

















Komentar
Kelihatan belangnya, karena mereka, yang bikin aturan itu nggak mampu untuk membina masyarakat, maka dibuatlah aturan yang ngaco banget.
Kita hidup di negara yang punya potensi maju tapi dikuasai sekelompok orang bodoh. Gini deh kalo wakil rakyat pake gelar bajakan...
wong nggak ada bedanya ,dan metode dan alat yg buat ngetes juga belum ada yg menciptakan