Jumat, 10 Februari 2012
  •      
  • Bookmark
  • Share

Kamu Chapter 2 Ceritaku!

Kalau jawabannya bukan ‘iya’, maka nggak ada chapter-chapter  berikutnya!

(Penulis : Nanda)

Januari 2011, gue Peter Issei Tangkilisan, sebenarnya nggak punya rencana khusus untuk penembakan pertama gue ini. Itulah gue. Gue bukan tipe cowok yang sering mengutarakan perasaan pada cewek yang sedang dekat sama gue. Makanya, mantan-mantan gue sebelumnya nggak pernah, tuh, yang namanya mendapat penembakan spesial dari gue, karena biasanya gue jadian dengan begitu saja, tanpa ada pernyataan apa-apa.

Beda kasus untuk seorang Rima Saradiani Demensah di mata gue. Gue merasa harus mengutarakan apa yang gue rasa. Maka berdasarkan saran dari beberapa teman, gue berniat menembaknya tanggal 14 Februari,  tepat di hari Valentine.

Saat harinya tiba, gue berencana membuat cokelat seharian bersama dia dan kemudian malamnya, gue akan mengajaknya dinner . Tapi karena gue nggak melakukan persiapan untuk makan malam, jadinya kami sempat kesulitan mencari resto yang sepi di hari Valentine yang juga bertepatan dengan perayaan Imlek tahun 2011. Semua tempat penuh!

Setelah berhasil mendapat tempat makan, lagi-lagi kami diganggu urusan habisnya menu main course, yang cukup membuat makan malam itu jadi sedikit berantakan. Padahal sebetulnya, seharian itu gue menunggu momen yang tepat untuk mengutarakan perasaan gue ke Rima, dan menembaknya saat makan malam ada rencana utama gue.

 Akhirnya gue menembak Rima saat menuju parkiran mobil. Dengan nggak lupa membawa embel-embel senjata buku buatan gue! Sebuah permohonan yang gue selipkan pada deklarasi cinta gue adalah, bahwa gue sedang membuat sebuah buku tentang perjalanan gue dari awal mengenal dia.

 Untuk chapter 1  gue menulis cerita gue sejak pertama bertemu Rima sampai masa pedekate. Makanya, gue butuh jawaban ‘iya’ dari Rima untuk bisa melanjutkan ke chapter berikutnya, yaitu chapter 2 , yang akan gue isi dengan kisah hubungan gue dan Rima sebagai sepasang kekasih.

 Ternyata permohonan gue dikabulkan! Rima menerima gue dan akhirnya kami jadian. Sampai sekarang. Yap! Sampai sekarang, sehingga gue masih meneruskan menulis buku itu sampai chapter-chapter  yang nggak pernah gue tentukan.

 Harapan gue,  kami bisa terus awet dan semakin serius dari hubungan yang sekarang. Gue dan Rima pun berharap chapter di buku itu terus bertambah, dari tahun ke tahunnya, seiring perjalanan hubungan kami berdua.

 Yap! Inilah pengalaman yang sukses menjadi pelajaran berharga banget buat hidup gue. Pertama kali berani mendeklarasikan cinta gue pada cewek yang gue suka.  Ssssttt… kalau sampai waktu itu gue ditolak, gue sampai niat membuang buku itu jauh-jauh lho! Hahaha…., soalnya nggak bisa lagi meneruskan chapternya! 


 

 

 


Related News

Cewek Hai

lahir 19-05-1994,berumur 18 tahun dan kuliah di Unisadhuguna International College jurusan Marketing & Advertising. Hobby nyanyi,hang out,travelling dan main piano.

8 Vote
button_cewekhai_lainnya