Jumat, 03 Februari 2012
  •      
  • Bookmark
  • Share

Mobil Esemka: 80% Lokal

Jawaban atas pertanyaan produk Esemka

(Penulis : Nanda)
Martin

Namanya Esemka

Produk SMK yang melambung kabarnya bernama Esemka, dengan nama varian Esemka Rajawali. Sebuah mobil SUV (Sport Utility Vehicle ) berwarna hitam, hasil rakitan SMKN 2 Surakarta, dengan mesin yang dibuat SMK Warga Surakarta.

Mobil ini kemudian ‘ditangkap’ publik dan media, saat Walikota Solo, Bapak Joko Widodo (yang lebih akrab dipanggil Jokowi) memakainya sebagai mobil dinas. Banyak pihak dengan pendapatnya masing-masing memberi komentar, tentang karya anak negeri yang dipakai pejabat ini.

“Mobil ini sebenarnya sudah dibuat dari tahun 2009, lalu kami memang mau menyerahkannya ke Pak Wali (sebutan untuk Walikota), namun Pak Wali merasa tidak sesuai dan memintanya diperbaiki. Kami memperbaikinya lagi dan menyerahkannya kembali di awal tahun ini, tepatnya hari Senin (2/1),” papar Bapak Kasmadi, Humas SMKN 2 Surakarta pada HAI.

HAI mengunjungi kota dimana mobil ini dibuat Sabtu (14/1) lalu, untuk melihat langsung bagaimana  mobil Esemka dirakit, dan tentunya berkenalan langsung dengan teman-teman SMK yang membuatnya.

Masih berdasarkan penjelasan Bapak Kasmadi, mobil ini bernama Esemka. Terdiri dari tiga jenis: Esemka Rajawali (SUV), Esemka Digdaya (double cabin ) dan Esemka Bima (mini truck ). Lalu kemudian sering disebut-sebut dengan nama Kiat Esemka, karena saat memperbaikinya sesuai permintaan Bapak Jokowi, dilakukan di bengkel Kiat Motor di Surakarta.

“Tapi sebenarnya nama produk ini adalah Esemka. Nama yang dicetuskan Bapak Joko Sutrisno sejak tahun 2009 untuk produk-produk SMK,” bilang Bapak Kasmadi, menegaskan.

 

80 Persen Lokal

Cerita tentang karya teman-teman SMK sebenarnya memang sudah ada sejak tahun 2000 silam, dan seperti menemui puncaknya di tahun 2009, saat Bapak Joko Sutrisno mencanangkan tagline “SMK Bisa!”.

Produk yang dihasilkan teman-teman SMK beragam jenisnya. Pada Pameran Kreasi SMK di Area Pekan Raya Jakarta 20-24 Mei 2009, banyak produk yang sukses membuat takjub pengunjung saat itu. Dari laptop, mobil sampai pesawat!

Apa yang dipertanyakan tentang produk-produk tersebut, termasuk mobil Esemka sekarang pasti nggak jauh-jauh dari spesifikasi, dan tentunya sebesar apa ke-lokal-an mobil ini. Nampaknya masyarakat kita masih belum bisa terima, kalau anak negeri bisa membuat alat trasnportasi yang benar-benar bisa bekerja layaknya merk lain yang biasa kita gunakan sehari-hari.

“Mobil Esemka ini 80-85 persen terdiri dari bahan lokal. Hanya tiga komponen dari mesin yang harus diimpor karena memang harus benar-benar memperhitungkan kualitasnya,” jelas Bapak Dwi Budi Martono, salah satu guru Jurusan Otomotif SMKN 2 Surakarta.

Bapak Dwi ini adalah guru yang membimbing pembuatan Mobil Esemka Rajawali saat pertama pembuatannya di tahun 2009 oleh SMKN 2 Surakarta. “Mesinnya dibuat SMK Warga Surakarta, namun perakitan dan pembuatan body hingga seperti yang jadi sekarang itu karya para siswa kami,” cerita Bapak Dwi pada HAI di ruang Humas sekolah mereka di jalan Adisucipto 33 Manahan, Surakarta.

Menurut guru yang sudah mengajar selama 20 tahun ini, saat pembuatan mobil ini, mereka nggak membuat data dokumentasi khusus tentang desain (blue print ), bahkan total dana yang dihabiskan (budgeting ). “Saat membuat, kami (siswa dan guru) melihat banyak contoh mobil luar negeri, dan saat ingin merubah, mengurangi atau menambahkan, langsung dilakukan saat itu, baik saat pembuatan pertamanya, dan saat perbaikan di bengkel Kiat,” papar Bapak Dwi lagi.


 

 

 


Related News

Cewek Hai

lahir 19-05-1994,berumur 18 tahun dan kuliah di Unisadhuguna International College jurusan Marketing & Advertising. Hobby nyanyi,hang out,travelling dan main piano.

8 Vote
button_cewekhai_lainnya