Slackers: Stick to the Roots
Dagadu sudah terlalu menjamur. Ini juga original dari kota gudeg, Slackers!
Keidentikan nama Slackers dengan Jogja, mungkin sudah bisa sebanding dengan Dagadu. Khususnya untuk urusan Distro dan industri Clothing. Sejak tahun 2000, Slackers mengawali movement industri clothing di Jogja.
Adalah nama Diana dan Okko yang memulai Slackers selepas masa SMA mereka lewat toko berukuran 4 x 7 meter persegi. Pengaruh movement Distro di Bandung juga jadi salah satu inspirasi mereka.
“Saat itu di Bandung sudah ada Ommunium dan beberapa distro. Nah, kita pengen bikin sesuatu yang berasal ari komunitas Jogja,“ tutur Diana lewat telepon. Saat itu memang industri distro ini masih sepi, dan mereka pun bergerilya menghubungi berbagai produk clothing untuk menitipkannya di Slackers.
Ya, dari awal Slackers memang berkonsentrasi ke tokonya, mereka nggak memeroduksi clothing atau merchandise . “Yang kita pikirkan bagaimana membuat yang belanja merasa nyaman,” tambah Diana lagi.
Baru sekitar tahun 2004, Slackers memeroduksi merchandise . “Itupun cuma gelang, dicap Slackers,” ujarnya sambil cekikikan. Tapi ternyata banyak banget yang suka. Dan saat itu memang kebanyakan orang membuat t-shirt bukan aksesori.
Nah, sejak itu Slackers pun bergerak membuat berbagai ‘hal kecil’. Mulai dari gelang dan belt . “Itu semua dijahit sendiri, lho. Kebetulan pacar saya ternyata jago jahit,” timpalnya.
Distro pun akhirnya menjadi sangat menjamur di Jogja.
Menurut Diana puncaknya ada di kurun waktu 2004 – 2007. Dan menurutnya itu bukan membuat Slackers jadi susah, tapi justru sangat membantu. “Jadi merasa enggak sendirian untuk mengembangkan industri ini. Pokoknya pikiran saya saat itu, industri ini harus berkembang,” jelasnya penuh semangat.
Resep utama untuk menjalani distro atau sekarang lebih familiar dengan shop ternyata bukanlah sebuah strategi bisnis. Dimata Diana, Industri ini sangat unik. “Slackers sangat dekat dengan berbagai komunitas. Kita dulu sering bikin event dan mensupport mereka. Nggak cuma musik, tapi juga skate , fingerboard sampai motor.”
Nah, kedekatan dengan komunitas itulah yang membuat Slackers bertahan. Dulu mereka mensupport band-band sepenuh hati. Makanya sampai sekarang walaupun mereka nggak ada ikatan kontrak, nama mereka tetap akrab dengan nama Shaggydog, Something Wrong sampa SID. “Di ulangtahun ke 10 Slackers yang lalu banyak surprise. Seperti SID yang tiba-tiba datang dan menyumbang lagu akustikan,” Ujarnya penuh haru.

















Komentar