We are Lucky Number 7
Bermodal angka kesayangan, akhirnya si dia bisa jadi orang tersayang. Eits, angka ini bukan nomor togel lho!
Angka 7 mempunyai arti yang penting buat Fadil, salah satu pemain basket andalan di SMA 46 Jakarta. Angka 7 itu melatarbelakangi aksi Fadil dalam menggaet Soraya Andrea Bassa, ketua Team Basket Putri di SMA 46 Jakarta.Soraya adalah sosok yang selama ini diimpikan oleh cowok bernomor punggung 7 di dalam tim basket sekolahnya ini.
“Gue mau bikin sesuatu hal yang berbeda daripada lainnya. Soalnya gue mau bikin Soraya selalu ingat dan tersenyum senyum sendiri kalau inget hal yang gue lakukan. Jadi dari sebelum penembakan gua sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan mencantumkan angka 7. Langsung deh angka 7 tercetus di dalam otak gue. Nih dia angka 7 yang terlibat dalam penembakan gue kali ini.”
1. Nomor 7
Berbekal nomor punggung yang sama-sama angka 7, gue mau menyiapkan semua penembakan dengan tema 7. Apalagi Soraya menyukai angka 7.
2. 7 hari part 1
Proses pedekate gue sama Soraya yaitu selama 7 hari. Setelah tahu dia jomblo, gue mulai melancarkan perhatian lebih. Mulai dari nawarin pulang bareng sampai gencar BBM dia.
3. 7 barang
Buat nembak dia, gue menyiapkan 7 benda yang berbeda dengan makna yang sama, diantaranya bunga, cokelat, surat, kalung, cincin, cupcakes dan boneka. Tapi gara-gara nggak lengkap, alhasil nggak jadi ngasih deh! Hehehe.
4. Meja 7
Waktu itu gue ngajak dia ke salah satu resto untuk mendengar jawaban dari penembakan gue. Nggak sadar, gue sama dia duduk di meja nomor 7.
5. 7 hari part 2
Soraya nggak mau langsung jawab tapi minta waktu sekitar 7 hari sama gue buat berpikir secara matang, apakah dia mau terima cinta gue atau nggak.
6. 7 lewat 7
Dia menjawab iya mau jadi pacar gue saat jam menunjukan pukul 7 lewat 7 malam dan ternyata saat itu tanggal 7.
7. 7 April
Tanggal 7 April 2011 adalah hari jadian gue.
Awalnya gue pengen menyatakan rasa sayang ke dia di tempat yang seromantis mungkin, tapi apa daya, karena takut kelamaan, alhasil parkiran rumah sakit jadi tempat penembakan gue. Gara-garanya waktu itu menjenguk teman yang sakit. Pulangnya, dengan pede, gue memberanikan diri melakukan penembakan dengan pertimbangan cukup berat. Soalnya kalau nggak nembak hari itu juga, planning nya bakalan gagal dan berantakan. Jadi mau nggak mau harus nembak hari itu juga, langsung saja deh ditembak di parkiran rumah sakit. Hahaha. Ya, meskipun nggak ada romantis-romantisnya sama sekali sih.

















